Viral Tujuh - Kisah ini saya dapat tanpa sengaja.Tepatnya sekitaran th. 1994-an saat saya pergi kuliah, saya bertemu dengan seseorang yang berikan Nasehat. Silahkan baca dengan jeli, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.
Hari itu saya tergesa-gesa pergi ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat hari itu mata kuliah favorite saya. Saat itu mendadak hujan turun, saya baru sadar apabila lupa membawa mantel, selanjutnya berteduhlah saya di sudut satu warung.
Di tempat itu saya bertemu dengan seseorang yang begitu baik, dia seorang menantu Kyai yang mempunyai pondok pesantren. Pembicaraan kami lebih seru saat meraih materi rejeki untuk manusia.
Pekerjaan dia yakni pekerjaan serabutan. Dia tak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa penuhi kepentingan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tidak ada kekurangan. Itu misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya.
Hari itu saya tergesa-gesa pergi ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat hari itu mata kuliah favorite saya. Saat itu mendadak hujan turun, saya baru sadar apabila lupa membawa mantel, selanjutnya berteduhlah saya di sudut satu warung.
Di tempat itu saya bertemu dengan seseorang yang begitu baik, dia seorang menantu Kyai yang mempunyai pondok pesantren. Pembicaraan kami lebih seru saat meraih materi rejeki untuk manusia.
Pekerjaan dia yakni pekerjaan serabutan. Dia tak memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa penuhi kepentingan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tidak ada kekurangan. Itu misteri rejeki mas, Kata orang itu pada saya.
Share :

